Berita

DPAPMK Kota Depok Bentuk Forum Puspa

Rapat Pembentukan Forum Puspa Kota Depok, Ruang Rapat DPAPMK, Gedung Dibaleka 2 lantai 9. (Foto : Diskominfo

 

depok.go.id- Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok menyadari sepenuhnya permasalahan perempuan dan anak ibarat fenomena gunung es. Agar fenomena tersebut tidak membesar, karena kasus yang dilaporkan tidak sebanyak kasus yang terjadi di masyarakat dibentuklah Forum Perlindungan Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa).

Ketua Gugus Tugas Kota Layak Anak Kota Depok, Sri Utomo mengatakan, tujuan dibentuknya Forum Puspa ialah sebagai wadah untuk menyamakan persepsi dan bekerja sama untuk mengatasi permasalahan perempuan dan anak. Salah satunya, yaitu program 3ENDS yang didalamnya berisi pesan untuk mengakhiri kekerasan pada perempuan dan anak, menghentikan perdagangan pada manusia, serta memutus kesenjangan ekonomi antara perempuan dan laki-laki.

“Yang harus bisa dicegah di Depok yakni kekerasan pada perempuan dan anak, human trafficking (perdagangan manusia), pernikahan dini, putus sekolah pada anak perempuan, prostitusi, eksploitasi, kematian ibu dan bayi, peningkatan pendapatan bagi ibu dan peningkatan kualitas hidup perempuan dan anak,” ujar Sri Utomo, dalam Rapat Koordinasi Pertama Forum Puspa di Aula Kantor DPAPMK, Gedung Baleka, Jumat (26/10/2018).

Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Pengarusutamaan Gender DPAPMK Kota Depok, Nancy Olivia Rosa menambahkan, keanggotaan Forum Puspa terdiri dari unsur lembaga kemasyarakatan, baik akademisi, organisasi keagamaan, dunia usaha dan profesi serta media. Para pemangku kepentingan tersebut diajak untuk turut bersama-sama terlibat dalam pembangunan kesejahteraan perempuan dan anak. Terlebih, mereka memiliki jejaring yang luas dan lebih dekat dengan masyarakat.

“Keterlibatan forum ini sangat diperlukan dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, demi terwujudnya program ketahanan keluarga di Kota Depok,” ucapnya.

Penulis: Nurul Hasanah

Editor: Dunih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *